Friday, 8 November 2019

Pemuda Di Bulan Oktober



Pada bulan Oktober lalu—tepatnya hari Sabtu, hujan deras melanda kota kami, Malang, dan kudengar dari televisi sore itu air turun merambat sampai ke seluruh Jawa. Kami—aku dan suami, Sopyan—yang sedang duduk santai di sofa sambil menikmati hari akhir pekan dengan tontonan acak dan mie instan, tiba-tiba dikagetkan oleh geledek yang suaranya luar biasa meledak. Televisi mati. Kipas mati. Lampu padam. Ruang keluarga menjadi gelap dan seketika tubuhku dingin dan bulu kuduk merinding. Aku menyambar tubuh Sopyan secara spontan karena takut, begitu pun dirinya karena tahu aku takut.